Sabtu, 08 Desember 2012

ibu part. 37

Kereta putih beralas aspal rajin melintas,
Dengan asap tangis berpenumpang tanpa napas,
Nihil gerbong hanya lain roda ikuti berjuta berkas,
Iringi tanah menutupi wajah indah yang tak tercetak kertas,
Alasan air mata tak berdiam ditempatnya,
Apakah aku memeluk kain putih yang bersemayam nyawa,
Teriring duka kepergiannya dan luka melihat yang ku rasa,
Walau telah langka ingatan kala itu tertinggalah kata doa,
Tak mampu ku bakar ribuan selimut tuk hangatkanmu,
Dari dinginnya kotaku yang juga ingin pelukanmu,
Tak mampu ku bersiul dengan aroma tuk menyejukanmu,
Dari panasnya hariku yang rindukan kasih sayangmu,
Andaikan tiap kata yang teruntuk mu menjadi pelita,
Dan kalimat yang menghantar jadikan jalan cahaya,
Serta bait yang menuntunku ke tempat kau berada,
Sungguh berharap ini nyata tuk merobek rindu yang menyita,
Tunjukan tangismu bila ku lalai mendoakanmu,
Tunjukan air matamu bila ku hanya mengingatmu,
Tunjukan makna nama mu dari tangisan ku,
Tunjukan kasih sayang mu dari air mataku,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar