Sabtu, 08 Desember 2012

ibu part. 35

Apa yang kau katakan ketika tubuhku masih menumpang,
Mengapa ku tak mendengar melalui darah mu yang berjuang,
Apa yang kau harapkan ketika dirahimmu aku berkembang,
Mengapa ku tak tahu melalui usapanmu yang telah hilang,
Apa yang kau bisikkan ketika pemberontakan yang kulakukan,
Mengapa ku tak rasa melalui nadimu yang terdiam kesakitan,
Apa yang kau doakan ketika ku diam didalam kandungan,
Mengapa ku tetap diam melalui lisan yang kau lantunkan,
Apa ku lakukan kesalahan saat ku masih bernapas denganmu,
Hingga janji penderitaan ketika ku tengah menatap duniamu,
Apa ku lakukan dusta dari kodrat alam rahimmu,
Hingga kau penuhi janji ketika ku melangkah tanpamu,
Apakah akan menjadi pasir sedihku yang berkala,
Untuk kau buat istana sebagai tempat kita berjumpa,
Apakah akan menjadi rangkaian kata butiran air mata,
Untuk jadikan cinta dan hidup bersama disana,
Tak kau lukis jawaban walaupun sulit terangkai melalui mimpi,
Tak kau lepas kerinduan meski sukar terbaca melalui imajinasi,
Tak kau hapus kepedihan walau berat terdengar halusinasi,
Tak kau pergi dari hati ini sekalipun perih yang terberi,
Pasti kau mengerti makna hari ini terhadap aku,
Pasti kau siapkan pesta dengan rajutan kata rindu,
Walau ku lelah harus menunggu nikmati kesalahanku,
Agar disana perih pedih luka duka terganti dengan inginku,
Dibalik kata rindu yang tak henti ku tuliskan,
Dan disisi warna derita yang terus ku lukiskan,
Inilah hari kelahiranmu dari bulan suatu keyakinan,
Terlontar dari lisanmu yang ingin ku rasakan dan dengarkan,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar