Ukiran garis dan lengkungan dari simbol rumahmu dalam batu,
Menagih janji pada hari ketika setengah abad lenyap termakan waktu,
Kau genapi hidupmu dari paruh tahun angka sempurna yang harus menjemputmu,
Berselang umur jagung kau hidupkanku yang menitipkan jutaan rindu,
Terombang ambing makna pergimu memaksa hati dalam tekanan,
Untuk raih ketenangan yang enggan datang terhadap perkembangan,
Meski ada sebuah jalan namun kekosongan berikan arah tanpa tujuan,
Dan sebuah ujian menambah ketakutan saat batin tersangkut kerinduan,
Nauangan awan gelap hadangi sinar senja pada alam luas,
Yang mungkin jadi alas pesta dengan beragam cahaya yang membias,
Membentuk pelangi hadiri bidadari dan peri tuk menghias,
Merayakan hari ada mu dengan harap yang tertunda dalam kertas,
Berjudul keinginan tuk bersama bersampul kalimat doa,
Dengan tinta sebagai derita berbaris kata tuk berjumpa,
Dibalik tulisan yang mengukir sebuah cerita tentang cinta,
Dan hanya ini yang terberi dalam lain dunia dengan makna tanya,
Terselip cerita dari jemari mengukir tinta tuk menulis,
Ketika kebiasaan harus terpenuhi yang telah tergaris,
Mempertemukan diri ini pada merpati tuk undang tangis,
Menjadi alasan terbuat karena teringat kalimat yang teriris,
Tuk berjanji menganti peranmu ditiap detik yang tak berhenti,
Namun janji terkikis dari selingan tempo menit yang berlari,
Memaksa merpati terbang tinggi bersama gagah sang rajawali,
Dengan genggaman itu terlupakan sebuah janji yang terberi,
Berselimut jutaan doa sebagai makna dalam sebuah suratan,
Yang takkan nyata dan hanya tersalin berbait kalimat harapan,
Munculkan goresan tebal ditengah kata kata kerinduan,
Yang entah terdengar tentang ucapan yang kan ku lantukan,
Selamat ulang tahun ibunda ku...
( special gue buat tepat nyokap gue ulang tahun. tanggal 1 april tapi tahun lahirnya gue lupa yang gue inget cuma tanggal ini 19 sya'ban 1375)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar