Mereka terlupa dimana hari bertanda engkau pergi,
Dini ku kala itu
tak mengerti dari apa yang tertangisi,
Batu bertanda menyimpan segudang
kata perpisahan,
Dengan berkunjung ku catat itu makna dalam
tangisan,
Terlahir ukiran batu tandai kediamanmu dalam haru,
Terpampang
pahatan tentang seucap nama bermakna rindu,
Beserta rajutan angka
gambaran lahir dan pamitmu,
Tertera dibawah goresan doa bermakna semua
milikMu,
Gejolak dalam putaran bumi tak memecahkan namamu dalam
nisan,
Namun dalam hati sedih dan perih iringi ditiap penasaran,
Bosan tak
pernah enggan dari gerang sebuah kerinduan,
Harus dan harus berperang
dengan rasa dalam kehidupan,
Izinkan berikan ku ketegaran dari hari yang
memberi,
Terhadap genggaman impian yang kian mendekati,
Terselip keirian
pada kawan yang terlangsung dari indung ditiap hari,
Namun ku mendapat
dengan apa meski terberi di lain sisi,
Garis lurus waktu hiasan belum
izinkan bintang bertebaran,
Mungkin tengah malam jemari menari melukis di
awan,
Telusuri imajinasi memainkan ras bintang simbol
keinginan,
Membayangkan wajah yang selalu terindu ditiap
kesempatan,
Bertahun tahun nisan selimuti rumahmu,
Yang tak pernah henti
membentuk kalimat pilu,
Takkan enggan ku merindumu ditiap waktu,
Meski air
mata sebagai taruhan tetap ku menunggu pelukan darimu,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar