Sabtu, 08 Desember 2012

ibu part. 25

Mereka terlupa dimana hari bertanda engkau pergi,
Dini ku kala itu tak mengerti dari apa yang tertangisi,
Batu bertanda menyimpan segudang kata perpisahan,
Dengan berkunjung ku catat itu makna dalam tangisan,
Terlahir ukiran batu tandai kediamanmu dalam haru,
Terpampang pahatan tentang seucap nama bermakna rindu,
Beserta rajutan angka gambaran lahir dan pamitmu,
Tertera dibawah goresan doa bermakna semua milikMu,
Gejolak dalam putaran bumi tak memecahkan namamu dalam nisan,
Namun dalam hati sedih dan perih iringi ditiap penasaran,
Bosan tak pernah enggan dari gerang sebuah kerinduan,
Harus dan harus berperang dengan rasa dalam kehidupan,
Izinkan berikan ku ketegaran dari hari yang memberi,
Terhadap genggaman impian yang kian mendekati,
Terselip keirian pada kawan yang terlangsung dari indung ditiap hari,
Namun ku mendapat dengan apa meski terberi di lain sisi,
Garis lurus waktu hiasan belum izinkan bintang bertebaran,
Mungkin tengah malam jemari menari melukis di awan,
Telusuri imajinasi memainkan ras bintang simbol keinginan,
Membayangkan wajah yang selalu terindu ditiap kesempatan,
Bertahun tahun nisan selimuti rumahmu,
Yang tak pernah henti membentuk kalimat pilu,
Takkan enggan ku merindumu ditiap waktu,
Meski air mata sebagai taruhan tetap ku menunggu pelukan darimu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar