Membuka mata tanpa malaikat terkasih,
Dan tidak terpejam dengan kasih sayang,
Selalu terlelap dalam kepedihan,
Dan rindu yang tak tertahankan,
Mentari tak mampu menemuinya dalam tidurku,
Awan hitam gelapkan wajahnya dalam mimpiku,
Dan pelangi tidak sumbangkan warna untuknya dalam halusinasiku,
Lelahnya aku yang berlari melupakannya,,
Mentaburkan keringat kepedihan,
berujung hingga bermandi kesedihan,
bersama muaknya isak tangis disekutui air mata dalam keterpurukan,
berceceran muntahnya frustasi yang tak diberi kepuasan hati,
untuk menikmati indah malaikatku walau hanya dalam halusinasi mimpi,
andaikan mentari mengikhlaskan cahayanya untuk menghantarku dalam pertemuan,
dan pelangi relakan warnanya tuk indahkan dirinya,
serta awan hitam berikan petunjuk jalan pertemuanku dalam mimpiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar