Senin, 20 Mei 2013

ibu part. 42



Tak mampu ku dengar doa mu saat rahim menyelimutiku,
Dengan lembut mengusap aku dibalik dinding kulitmu,
Bersama doa harapan impian tak henti terucap untuk ku,
Walau begitu teramat sakit tetap kau berperang demi aku,
Ku ingin mendengar tangis awal ku,
Karena ku yakin itulah doa mu dari teriakan ku,
Bersamaan dunia mencatat semua itu,
Dan karena mu ku wujudkan catatan itu,
Ingin ku rasa pelukmu ketika ku bernafas diantara air susumu,
Yang mungkin kau rindu saat ku mulai merancang langkah hayatku,
Langkah yang menyadarkan ku bahwa engkaulah malaikat ku,
Yang tak pantas ku bahagia tanpa kehadiran mu,
Telapak kakimu itu masa depan,
Pelukan mu itu kebahagian,
Kepergian mu, jangan,
Ku tak ingin kehilangan,
Sebelum aku membuat mu berdiri dari kenakalan yang ku berikan,
Sebelum aku membuat mu bahagia menjawab doa yang kau panjatkan,
Sebelum ku berteriak dengan bangga dari siapa aku dilahirkan dan dibesarkan,
Dan sebelum kau ajari aku kehidupan walau pasti kan dirasa kehilangan,
Tak akan ada angka tuk mengganti pengabdianmu,
Tak akan ada logika tuk melukis kasih sayangmu,
Tak akan ada cerita tanpa cinta yang tak berujung darimu,
Tak akan ada keindahan tanpa ku menggenggam tanganmu,
Aku tak akan tahu siapa aku tanpa dirimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar