Sabtu, 08 Desember 2012

ibu part. 39

Aku telah terbunuh oleh rangkaian kata tuk alihkan perihku,
Dengan pena tajam bertinta merah mewarnai lembar lukaku,
Satu judul terbuat untukmu dari jutaan rindu alihkan materiku,
Dan begitu banyak noda hitam merubah doa untukmu,
Sampaikanlah melalui angin bila ku terlupa mendoakanmu,
Tegurlah melalui mimpi bila ku terlupa mendoakanmu,
Meski sekilas kau memelukku diantara perihnya lambungku,
Hanya air mata dan tetap airmata mendengar namamu,
Gema takbir terus mengiris keinginan dan harapan,
Menyaksikan keterharuan dibalik makna takbiran,
Sepanjang hidupku ku tak akan pernah mendengar seruan,
Darimu yang terkadang doa terlupa tak terpanjatkan,
Namun kau tegur melalui keinginan hati,
Melihat namamu diatas kejantanan sejati,
Meski tak terlihat oleh keluhan hati,
Kata positif memutar ingatan di pedih belati,
Masih kah ampunku membuka pintu tuk mengingatmu,
Masih kah ku pantas berdoa dan berdoa untukmu,
Kuharap kau tersenyum disana melihat kenistaanku,
Dan kuharap aku selalu tersenyum dihikmah doaku untukmu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar