Sabtu, 08 Desember 2012

ibu part. 31

Bila air tangis jalanku mampu tertampung karenamu,
Dengan tetesan jutaan rindu dalam keringnya kalbu,
Jadikan genangan tinta untuk menulis dan melukismu,
Dari rindu yang enggan harapakan tuk bertemu,
Namun tinta terus menggenang diwadah hidupku,
Hingga rindu terus menjemput pena untuk lukaku,
Melukis rangkaian kata yang entah kan membuku,
Dan menulis wajahmu diatas kanvas dengan rindu,
Mereka membohongi dan membiarkan aku,
Sebuah alasan mengapa tak henti tangisku,
Entah janji apa yang tercantum dari kepergianmu,
Yang tak ku mengerti saat segala tubuhku membisu,
Karma kah yang mereka rasa kini dari permainanku,
Dari kebencian yang terancang ditiap hariku,
Peninggalan kediamanmu pun tersulap dari yang dahulu,
Apakah kesengajaan yang tak harus ku lihat bayanganmu,
Tersesat ku harus apa dari kesesatan ilmu,
Hanya rindu darimu mempertebal pikiranku,
Hijau istanamu pun tak menyegarkan hayalku,
Mungkin karena hadirnya batu ku harus merindumu,
Terik panas tak membekukan segenap perihku,
Dingin malam tak membakar rentetan pedihku,
Segar fajar pagi tak melemahkan penasaranku,
Sejenaknya keindahan senja hanya sekilas terabai tentangmu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar