Sabtu, 08 Desember 2012

ibu part. 41

Teriak, langit hanya memberi ruang,
Hanya menyaksikan apa yang tertuang,
Tangis, langit tetaplah terdiam,
Hujan pun telibat gambaran luka terdalam,
Dengar, apakah terdengar?
Tangis, apakah tertangis?
Lihat, apakah terlihat?
Harus berkata apa?
Perih semakin merintih,
Luka semakin terluka,
Pantaskah tuk membenci,
Usai pergimu yang menyisa duka,
Sendirian merasakan luka,
Sendirian merasakan kerinduan,
Sendirian mengusap tangisan,
Sendirian melangkah sendirian,
Keegoisannya mengalahkanku,
Sebelah mata pun tak terpandang siapa aku,
Apalagi memandangmu siapa dirimu siapa aku,
Yang telah berlalu,
Hak ku terabaikan darimu,
Mereka gunakan semaunya,
Kewajiban ku hanya kedipan,
Tak akan mereka berikan,
Disaat ini wajar ku membutuhkan,
Disaat ini seharusnya ku dapatkan,
Disaat ini memang pantas ku memerlukan,
Kasih sayang darimu yang telah terkubur bersama dirimu,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar