Sabtu, 08 Desember 2012

ibu part. 29

Mengenal kata yang berbaris buatku ku teriris saat berkaca,
Meski pembiasan terus menentang luka dari sebuah nyata,
Dalam fakta masih terluka luar nyata mencoba tuk rasakan suka,
Akankah tertukar tanpa rekayasa dari ucapan mantra,
Mungkin kan retak cermin yang ku jadikan penyimpanan,
Yang tak henti menerima kerinduan tanpa pembiasan,
Mungkin kan hancur karena tak mampu menahan catatan,
Yang terlapuk dari cerita kepedihan ditiap penghembusan,
Hanya cermin dan kemungkinan namun nyata melusuhkan hati,
Merekam semua perih hingga senyum tak tersentuh nadi,
Dengan segala gantungan mimpi dan pertimbangan yang mendekati,
Entah untuk hilangkan kelusuhan atau mempersuci,
Bergerak kah kau untuk hilangkan warna kelabu,
Seperti yang seharusnya meski telah hilang peranmu,
Dan aku tak kan lupa memberikan bunga untukmu,
Namun ku lupa saat kau beri suka dari kepergianmu,
Seperti musuh selalu kau serang suka hingga musnah sebuah cermin,
Yang memperteman saat rindu menghujam menjadikanya dingin,
Dan selalu menusuk hati dari kepergianmu yang kemarin,
Hingga perihnya rindu tak henti dalam kalbu yang terus terjalin,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar